Monday, April 9, 2012

Gatal-Gatal Kena Virus MLM

Virus? Iya, virus. Gatel-gatel gara-gara MLM. :D

MLM atau kepanjangannya Multi Level Marketing (iih udah tahu deh)

Banyak yang tiba-tiba stress kalau seorang sahabat datang dengan penuh semangat mengajak bergabung bisnis yang bertajuk MLM.

Hihi.. kenapa coba ?

Gara-gara MLM, banyak saudara yang tiba-tiba ngaku gak kenal atau halusan dikit deh hanya ngaku : “dia sodara jauh kok” hahaha....

Gara-gara MLM, banyak yang tiba-tiba kalau di telpon gak mau angkat pura-pura BB nya ketinggalan seharian di rumah padahal biasanya panik dan sesak nafas tanpa pegang gadget :p

Gara-gara MLM, banyak yang tiba-tiba punya acara keluar rumah padahal sebelumnya ngaku kalau Sabtu Minggu jatah di rumah karena lelah bekerja Senin hingga Jumat. :D

Tapi berita baiknya bagi sebagian orang yang positip, mau membuka diri pada hal-hal baru, setidaknya yang pernah membuka kesempatan mendengarkan, mencari tau, mendalami, banyak diantara mereka akhirnya memiliki kehidupan yang sama sekali berubah. hehe.. saya nih salah satunya.

Kok? Iya.. Sekarang nih, selain bekerja full time sebagai PNS Direktorat Jenderal Pajak yang 'katanya' gajinya gede (hadeuh.. tepok jidat seandainya pada tahu), nerima pesanan kue online, sekarang juga nyiapin keranjang ketiga ikutan MLM.

MLM? Gak salah? Pajak gitu loh.. ya gak salah. Gimana ya.. namanya juga PNS, bisa survive kalo ngutang alias minjem. Istilahnya gali lobang tutup lobang, minjem ke BRI, gadaikan SK PNS, dapat deh pinjaman buat beli rumah. Trus bayarnya? ya itu, pake uang gaji tiap bulan selama 6 tahun. Ini emang kali pertama berhutang.. setelah 15 tahun bekerja kekeuh gak mau ngutang dan pingin nabung biar punya rumah. Ternyata gak juga punya rumah.. sementara anak udah 3 dan makin besar. Akhirnya terpaksa.. ikut jalan temen-temen PNS lain menggunakan fasilitas pinjaman BRI. :(

Sedih sebenarnya harus berhutang, ada bunga lagi.. dalam hati tetap punya tekad ini kali pertama dan terakhir. Caranya gimana? Mencari penghasilan lain untuk menutup cicilan hutang lewat berdagang dan ikutan MLM. hehe pada mencibir deh.. emang bisa gitu lewat MLM dapat penghasilan? Ya bisalah.. bahkan kalau mau juga bisa financial freedom.

Kalau boleh saya sharing nih …
Saya mulai ikutan Oriflame jaringan d’BC Network sejak September 2011
Uuuh baru ternyata ? Iya baru... (mesem)

Tapi Alhamdulillah kok Alhamdulillah, sambil-sambil kerja kantoran dan dagang kue, daripada tidak ada tambahan penghasilan sama sekali yaaaa… (:nyengir kuda)
Sementara jaringan Internet tetap harus bayar. Sayang kan dipakai buat mainan games aja jatuhnya jadi biaya rumah tangga. Lebih baik dijadikan cost bisnis dan menghasilkan walau baru 1 Jutaan kurang dikit bulan ini (:malu-malu)

Lah jalanin MLM kan susah?

Ginii …
Kalo dibilang susah, pembandingnya apa ?
Rasanya sama aja deh sama ngantor juga, pergi pagi pulang sore. Pusing ama target, kerjaan setumpuk.
Masa iya kewajiban ngantor yang tujuannya untuk mendapatkan gaji di akhir bulan, trus dibilang susah lalu ditinggalkan ? gak kan..
(nah ini nih yang orang gak tahu ... kerja di pajak itu setiap orang dibebani target cari duit buat negara, tiap bulan ada rapornya, kinerja diukur dari berapa duit yg bisa dimasukin.. gak nyampe target? ke laut aje lu. Sama kan ma MLM, bedanya di MLM jelas perhitungan prosentase bonusnya. di kantor belum kaya gitu :( reward gak jelas.. punishmentnya gede banget kelihatan. Nah udah susah kaya gitu tetep aja saya bertahan hiks.. )

Kalau dalam bisnis ternyata ada ketemu kerikil, ya itu sih biasa ya gak dimana-mana pasti ada sandungannya. Sama aja kan ? Kenapa ketemu kerikil terus ditinggalkan ? Apa karena modalnya cuman Rp 39.900, kecil banget ! Dan tidak perlu pakai kuliah S2 bahkan S3 untuk penghasilan sesuai yang diinginkan. Mau 30 Juta, 40 Juta, 70 Juta, 90 Juta dst seperti  mb Nad dan mb Dini Shanti?
Jadi, karena modalnya tidak besar, bisa ditinggalkan tanpa dosa gitu kalau ketemu kerikil, gak di bela-belain seperti ngantor ?

Kalo dibilang modal gede ?
Coba hitung, berapa biaya berangkat dan pulang ngantor, bensin dan tol jika ada, plus makan ditambah biaya tak terduga yang lebih banyak seperti tiba-tiba jalan-jalan tiba-tiba ngemol-ngemol ? hihihi
Berapa biaya kosmetik, fashion dan asesories ?
Sekarang coba hitung penghasilan, berapa penghasilan sejak mulai bekerja dulu hingga kini.
Berapa tahun sudah bekerja ?

Kalo saya boleh sharing nih tahun lalu gabung Rp 39.900,-
3 bulan mempelajari bisnis... secara sambil ngantor belajarnya terseok-seok
Desember baru mulai rekrut... istilahnya bisnisnya baru mulai jalan
Penghasilan pertama di bulan Januari 2012, Rp 30 ribuan he he
Ga menarik yaaa ?
Tetap lanjut deh bisnis Alhamdulillah walau ditolakin sana sini sama temen-temen
Itu yang saya bilang, nemuin kerikil pastilah ada …

Bulan Pebruari 2012 - naek dikit jadi Rp 345.013,-

Bulan Maret 2012 - naek lagi jadi Rp 509.628,-


Nah, Bulan April 2012 ini Alhamdulillah udah naek lagi dikit jadi Rp 948.059,-


Jenjang karir saya memang baru Manager 12%. Masih bayi di bisnis ini.. tapi saya bersyukur banget kok. Bahwa bisnis ini bukan bohongan, bahwa jika kita ikuti success plannya.. siapa pun Anda, apa pun latar belakang Anda, Anda pasti bisa berhasil di bisnis ini. Yang penting bekerja cerdas. Dan bagaimana kerja cerdasnya.. jika bergabung dengan saya, dBC Network akan membimbing Anda step by step. Serius!

So, sudah siap menentukan pilihan keranjang berikutnya?






Mempersiapkan Keranjang Penghasilan Kedua

Pernah dengar pepatah ini gak?
"Don't Put Your EGGs in ONE basket"
Jangan letakkan telur dalam satu keranjang saja,
jika keranjang itu jatuh, telur pecah semua tak ada yang tersisa.


Intinya sih : Jangan hanya bergantung pada SATU sumber penghasilan saja, jika terjadi sesuatu yang membuatnya hilang, siapkah kita melanjutkan hidup hanya dengan sisa uang yang ada?  Itu pun syukur-syukur kalau kita sebelumnya sempat menabung dan ada sisa yang ditabung.. hiks.

Bekerja di kantor tuh bukan penghalang untuk tetap memiliki keranjang penghasilan kedua. Sibuk di kantor, gak berarti tertutup kemungkinan membangun bisnis untuk memiliki cadangan penghasilan, atau bahkan menjadi penghasilan utama suatu hari kelak. Beneran deh!

Banyak kok buktinya perempuan-perempuan pekerja kantoran tetap membangun bisnis di luar waktu sibuknya di kantor. :D Saya nih salah satunya .. cieeee. Tapi ya itu, ada konsekwensinya
  • Jelas capek dobel-dobel. 
  • Butuh bagian-bagian yang harus direlakan untuk tidak terlalu menjadi prioritas lagi, misalnya … hang out sepulang kerja. 
  • Mengganti sementara kesenangan happy hour dengan mengerjakan bisnis sampingan,
  • Tambah banyak yang harus dipikirin antara lain business plan dan strategi agar bisnis berjalan
  • Untuk yang sudah berkeluarga, nah ini dia bakal banyak ngambil waktu keluarga yg udah sedikit eh dipake bisnis pula :(
Hehe.. udah tahu gitu.. masih juga ditekuni, KENAPA coba?
  • Kesadaran bahwa saya tidak selamanya bisa bekerja di  kantor, 
  • Suatu saat nanti saya pun akan pensiun,dan yang paling PENTING
  • Saya memiliki mimpi 'kembali' ke rumah untuk mengikuti tumbuh kembang anak dan meninggalkan drama pagi hari berangkat kerja diiringi tangisan mereka.
Dan MIMPI itu harus bisa diwujudkan as SOON as POSSIBLE.. sebelum saya kehilangan moment tumbuh kembang anak yang cuma sebentar.

Itu yang kerja.. Lain lagi masalah perempuan yang notabene memang di rumah. Gak mau bahas panjang lebar deh.

Yang jelas apapun kategori kita saat ini, ada baiknya untuk mempersiapkan keranjang kedua atau sumber pemasukan cadangan. Mengapa?
Kita semua gak pernah tahu peristiwa yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Suami yang saat ini dapat memenuhi kebutuhan hidup lebih dari cukup tanpa perlu kontribusi kita lagi bisa saja tiba-tiba dihadapkan pada kondisi terburuk seperti kehilangan pekerjaan atau bahkan meninggalkan keluarga lebih dahulu. Atau kita juga yang selama ini b isa bekerja tiba-tiba juga kehilangan pekerjaan. Nah, pada saat tidak ada keranjang kedua sebagai cadangan atau alternatif penghasilan, ditambah lagi jika selama ini tidak pernah nabung dan gak punya simpanan, apa yang harus dilakukan menghadapi situasi tiba-tiba seperti itu?
Jadi mau bekerja kantoran ataupun ibu rumah tangga, sebaiknya berpikir jangka panjang, untuk jaga-jaga kalo ada peristiwa buruk yang terjadi. Atau kalaupun hidup kita baik-baik saja, penghasilan tersebut bisa digunakan untuk membantu orang lain. Ya, mulailah berpikir untuk menyiapkan keranjang kedua.

Trus, bisnis apa yang cocok?

Banyak kok bisnis yang bisa dijadikan penghasilan kedua sambil tetap sibuk di rumah atau bekerja di kantor. Saat ini kan bertaburan tawaran-tawaran bisnis yang dapat dilakukan dari rumah, macam-macam bentuknya. Salah satu yang saya sukai adalah bisnis yang bisa dilakukan online. Yang penting cuma satu.. jangan salah pilih. Itu saja.

Dengan berbisnis secara online, kegiatan bisnis bisa dilakukan dari rumah sambil tetap mengasuh anak, misalnya. Jadi buat para istri yang dilarang bekerja karena harus menjaga anak dan mengurus rumah, bisnis seperti ini cocok. Atau buat mereka yang bekerja, bisnis ini bisa dilakukan tanpa mengganggu waktu bekerja karena fleksibilitas waktunya. Saya sendiri akhirnya menjatuhkan pilihan pada dBC Network. Soal kenapa memilih dBC Network, itu nanti ya di tulisan tersendiri.

Akhir kata sih, saya ingin mengajak sesama kaum perempuan untuk mempersiapkan keranjang kedua, karena terus terang lebih banyak positifnya. So, siap-siap yuk!






Monday, April 2, 2012

How Do I Look: BB Cream Tested

Sharingku soal BB Cream ternyata mengundang rasa penasaran, bagaimana sih setelah pemakaian BB Cream? Ini penampakannya...



Sampai saat ini aku sudah menggunakan 2 buah merk, Lioele Triple the Solution BB Cream dan Caring Colours BB Cream Luminizing. 2-2 nya memuaskan untukku, dan saling melengkapi. Setelah BB cream terkadang aku masih menggunakan bedak, kadang juga tidak.


Lioele Triple the Solution :

Easy to blend:
Coverage:
Moisturizing:
Oil-control:

Caring Colours BB Cream Luminizing :
Easy to blend:
Coverage:
Moisturizing:
Oil-control:

gak beda jauh kan kemampuannya.. jadi dua ini saling melengkapi ^_^ .

Before - Apply -After

Ini tampilan tanpa kacamata


Gimana? Lumayan kan?



Discover the Three Ultimate Traits of Women Entrepreneurs

Discover the Three Ultimate Traits of Women EntrepreneursEvery woman with an entrepreneurial streak has commendable qualities that can be modelled by any newbie in a direct sales / network marketing business. Not all women start off with these qualities, but they certainly can be learned over time. There are more qualities that are commendable or help make one successful, for now we will start with these three. The following are the three Ultimate traits of successful women entrepreneurs: (C-A-T)

1st Trait is Confident - Women entrepreneurs are confident to carry out their obligations and have confidence within themselves or at least their product / service or their company if not themselves. They have the ability to manage their own self well and willing to take risks for the success of their business venture. Whether in direct sales or other lines of business, they keep sound judgment and never easily give up if there are upheavals in their enterprise. They are organized, have done their due diligence, stay focused, get into action and have or create absolute certainty within themselves.

2nd Trait is Available - Women entrepreneurs are passionate in doing their tasks and making themselves available. Their busyness to business and their other obligations are not affected because they know how to manage their time, are organized and do it effectively. Their availability and capability to establish a thriving business is so evident that they still find time to share what they know to others. Making themselves available to others while they are growing their businesses, is a big part of succeeding, empowering and creating a great team, therefore business and income. Women entrepreneurs have great motivation to take control of their financial incomes, to their time, to helping others, having fun and contributing in a worthwhile way

3rd Trait is Teachable - Women entrepreneurs keep learning. They know how to adapt to changes whether in technology or methodology. Their curiosity and interest to learn new tools, improving themselves or new methods which make them more effective in direct selling or network marketing. Regardless of years of experience, women in these industries are teachable, coachable, flexible and have a passion for helping others. They know how to handle and approach people with diverse personalities, can be nurturing and empathetic and love being able to earn while they learn.

If you are planning on joining any network marketing, relationship marketing or direct marketing business, these 3 traits can aid you to your massive success in the business world.

Sunday, April 1, 2012

Oriflame Makeover Competition: Asia Face of the Year 2012







Wujudkan impian Anda dengan mengikuti...

Oriflame’s Asia Makeover Competition


Mulai April 2012 kita akan mulai memilih “wajah baru” dari Oriflame Asia.
Pemenang akan mendapatkan hadiah perjalanan luar biasa yang eksklusif untuk mengikuti Global Gold Conference 2012 di Stockholm.
 
 
Asia Makeover Competition akan dimulai di bulan April hingga Juni 2012. Periode pendaftaran 1-30 April 2012.
Jadi jangan ketinggalan kesempatan dan daftarkan hari ini juga! Hasil yang memukau dan luar biasa akan dipilih menjadi yang terbaik. Jadi, siapkan peralatan makeup Oriflame favorit Anda dan ciptakan karya Make-up terbaik Anda.

Jika Anda adalah seorang Oriflame Consultant, daftarkan diri dan isi formulirnya di
 
 
Jika Anda bukan Consultant namun tertarik mengikuti kompetisi ini, bergabunglah dan DAFTARkan diri Anda di
 
Tertarik? ^_^

Promo C4: Branch Action 1-30 April 2012


BRANCH ACTION – STOK TERBATAS

berlaku di semua cabang Oriflame

Dapatkan potongan harga besar-besaran hingga 85%


Keterangan:
- Harap diperhatikan masa kadaluarsa produk.
- Stok produk sangat terbatas.
- Ketersediaan dan jumlah stok di setiap cabang berbeda.
- Untuk menikmati promo ini Anda harus tergabung sebagai konsultan atau menghubungi konsultan terdaftar untuk informasi lebih lanjut.

Friday, March 2, 2012

How to Reach More Women Entrepreneurs

How to Reach More Women EntrepreneursIf your target is female entrepreneurs, that is great news. Why do I say this? Because they are an easy group to find! If this group is your ideal client, I'm going to share a variety of methods to help you reach women business owners.

1. Visit Women's Associations

In general, entrepreneurs like to gather and so do women. That's two strong reasons why women entrepreneurs are an easy group to find. There are so many associations! For example, the National Association of Women Business Owners (NAWBO), eWomenNetwork, National Association of Professional Women (NAPW), and National Association of Female Executives (NAFE) to name just a few. And new organizations are cropping up practically every day. Check out the groups in your area and attend a variety of meetings to see which ones will serve you best.

2. Become a Regular Fixture

After you attend a range of events and choose the ones offering you the most potential ideal clients, it's time to become a regular fixture. You want to be seen and be known there. To strengthen the relationship with the groups you select, you can do any or all of the following:

-Sponsor special events
-Speak to the groups
-Become a board member

3. Speak to Other Women's Groups

You can't attend every women's networking event because there are just too many of them. But to reach more of your ideal target, you can speak to groups where you are not an active member.

As you know, I often talk about how speaking to prospects is a great way to build the know-like-trust factor. It also gives people a firsthand experience of who you are and the type of expertise you share.

4. Hold Seminars that Appeal to Women Business Owners

Choose topics that you know will appeal to your target audience. Women love to learn, which is demonstrated by the fact that they purchase 75% of all self-help books. You may have to adjust the event titles and topics until you get it just right, but that's part of the marketing process.

Holding your own events allows you to establish yourself up as an expert and the problem solver women business owners need.

Your Client Attraction Assignment

Is your target women entrepreneurs? If you answer yes, I recommend that you take some time to think about how to further identify them. The clearer you get about your ideal clients, the easier it will be to find them. You might want to qualify them further with these additional characteristics such as:

-Income
-Geographic area
-Business type
-Years in business
-Number of employees
-Problems that need solving